MODUL AJAR BAHASA INDONESIA
INFORMASI UMUM PERANGKAT AJAR |
|---|
Nama Penulis : Karyasatin Andana
Instansi : (-) Tahun 2025 Jenjang Sekolah : (-) Kelas : Fase c kelas IV Alokasi Waktu : 4 x 40 menit / (dua kali pertemuan)
|
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN |
Fase C Kelas v Elemen : Menulis Tujuan Pembelajaran: Menyusun teks cerpen secara kreatif. Tema Cerpen : “Kue Coklat Di Hari Guru” Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4) Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen dalam kerangka. (C5) Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6) |
KOMPETENSI AWAL |
Peserta didik sudah mengetahui unsur intrinsik cerpen. Peserta didik sudah memahami struktur cerita pendek.
|
PROFIL PELAJAR PANCASILA |
Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
Peserta didik dengan sikap pribadi baik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan disiplin. Bergotong royong
Peserta didik mampu bekerja sama dalam berbagai kegiatan dan situasi untuk mencapai tujuan bersama dalam menganalisis unsur intrinsik cerpen. Kreatif
Peserta didik dapat menyusun cerpen sesuai dengan struktur yang tepat. Bernalar kritis
Peserta didik dapat mengomentari dengan memberikan saran untuk hasil karya temannya. |
SARANA DAN PRASARANA |
Laptop Proyektor Video pembacaan cerpen “Wartawan itu Menunggu Pengadilan Terakhir”
https://www.youtube.com/watch?v=SK8i2HEHfgc&t=231s Kertas warna dan sticky note Solasi kertas PPT LKPD dan lembar jawab Buku guru
Trianto, A., Harsiati, T., & Kosasih, E.. (2018). Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX edisi revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rohimah, I., (2017).Bupena Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Penerbit Erlangga. Waluyo, B., (2020). Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai. Ekawati, D., dan Isnatun, S.M., (2017). Bahasa Indonesia 3 SMP/MTs Kelas IX. Bogor: Yudhistira.
Artikel jurnal:
Agustina, S., Pasaribu, M., & Saehana, S. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Sinektik Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Palu. JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online), 4(2), 42-46. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1318875, diakses pada Rabu, 21 September 2022 pukul 12.34 WIB. Rachmawati, D. F., Handayanto, A., & Utami, R. E. (2020). Efektivitas Media Pembelajaran Berbantu Website dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP. Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 2(3), 258-265. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2433964, diakses pada Kamis, 15 September 2022 pukul 11.21 WIB. Sari, M. Z., & Hermawati, E. (2020). Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Sinektik Analogi Personal Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Kuningan. Attadib: Journal of Elementary Education, 4(2), 58- 68. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2140973, diakses pada Rabu, 14 September 2022 pukul 01.01 WIB.
https://www.youtube.com/watch?v=SK8i2HEHfgc&t=231s, diakses pada Jumat, 18 November 2022. |
TARGET PESERTA DIDIK |
Kelas |
MODEL PEMBELAJARAN:
|
PjBL (Project Based Learning) |
METODE PEMBELAJARAN: |
1). Contoh dan Analogi (tidak langsung) 2). Kelompok Belajar Kolaboratif (interaktif) |
3). Tanya jawab (interaktif) 4) Diskusi kelas (interaktif) 5). Penugasan (mandiri) |
MODA PEMBELAJARAN : |
Luring |
KOMPONEN INTI |
PEMAHAMAN BERMAKNA |
Peserta didik dapat menyusun cerpen secara kreatif berbekal unsur intrinsik dan struktur. Peserta didik dapat Mengidentifikasi tema utama yang diangkat oleh cerpen, seperti persahabatan, cinta, perjuangan, atau konflik sosial. Pemahaman ini memungkinkan pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan penulis.
|
PERTANYAAN PEMANTIK |
Pertemuan Pertama Bagaimana latar (tempat dan waktu) cerita mempengaruhi suasana dan perkembangan alur? Apa yang dapat kita pelajari dari tindakan atau keputusan tokoh utama dalam cerpen ini? Apa pesan utama yang ingin disampaikan penulis melalui cerita ini??
Pertemuan Kedua Mengapa perlu menentukan tema terlebih dulu? Bagaimana cara membuat cerpen secara kreatif?
|
URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN |
Pertemuan Pertama |
Kegiatan Awal (10 menit) |
| Langkah-langkah Pembelajaran | Model/Metode | Alokasi Waktu |
|
| Guru memberikan salam dan mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar dan mengecek kehadiran (Komunikatif) Guru menyampaikan nilai-nilai beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, bernalar kritis
dan bergotong royong. | Model: PjBL Metode: tanya jawab | 10 menit |
|
| Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya untuk mengingat dan menghubungkan materi yang akan dipelajari: Apa saja unsur intrinsik dalam cerpen? Ada berapa struktur cerpen?
Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks cerpen. (Komunikatif)
|
|
|
|
Kegiatan inti (60 menit) |
| Langkah-langkah Pembelajaran | Model/Metode | Alokasi Waktu |
|
| Menentukan pertanyaan atau masalah utama Peserta didik membaca Cerpen “Kue Coklat Di Hari Guru”pada tautan
https://www.aspirasi.baleliterasi.org/kue-coklat-di-hari-guru/ Peserta didik diberi pertanyaan sebelum
membaca cerpen pembelajaran: Mengapa cerpen yang ditampilkan disebut sebagai cerpen? Bagaimana permasalahan yang dialami tokoh dalam cerpen tersebut? Amanat apa yang ingin disampaikan?
Peserta didik merespon pertanyaan dari guru, kemudian guru memberi umpan balik dari respon peserta didik. (komunikatif) Peserta didik mengingat kembali materi tentang usur pembangun dan struktur cerpen (literasi) Peserta didik bertanya pada guru ciri kebahasaan, struktur, dan unsur intrinsik
cerpen (komunikatif) | Model: PjBL
Metode: Sinektik, Kelompok Belajar Kolaboratif Diskusi Penugasan | 60 menit |
|
| Merencanakan proyek Peserta didik menyimak penjelasan guru materi tentang unsur intrinsik, ciri kebahasaan dna struktur cerpen melalui power point. Peserta didik mulai merencanakan pemilihan tema melalui diskusi dengan berkelompok (kolaboratif) Peserta didik mengerjakan LKPD berisi kerangka cerpern bersama kelompok (berpikir kritis) Peserta didik saling memberi komentar terhadap kerangka yang disusun.
Membuat jadwal penyelesaian proyek Peserta didik dan guru berdiskusi untuk
menentukan waktu penyelesaian proyek. Peserta didik
mempresentasikan kerangka cerpen yang telah disusun. Guru dan peserta didik menyepakati tindak lanjut dari kerangka cerpen yang telah dibuat. (penulisan cerpen di luar jam pelajaran)
|
|
|
|
Kegiatan Akhir (10 menit) |
| Langkah-langkah Pembelajaran | Model/Metode | Alokasi Waktu |
|
| Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik
yang sudah tuntas. | Model: PjBL Metode: tanya jawab | 10 menit |
|
| 5. Guru menyelesaikan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam. |
|
|
|
Pertemuan Kedua |
Kegiatan Awal (10 menit) |
| Langkah-langkah Pembelajaran | Model/Metode | Alokasi Waktu |
|
| Guru memberikan salam dan mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar. dan mengecek kehadiran (Komunikatif) Guru menyampaikan nilai-nilai beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong. Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan
pembelajaran sebelumnya. (Berpikir Kritis) Mengapa
Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks prosedur. (Komunikatif)
| Model: PjBL Metode: Tanya jawab | 10 menit |
|
Kegiatan inti (60 menit) |
| Langkah-langkah Pembelajaran | Model/Metode | Alokasi Waktu |
|
| Memonitor kemajuan penyelesaian proyek Peserta didik menempel cerpen yang telah selesai disusun di dinding kelas. Peserta didik menjawab pertanyaan: Mengapa perlu menentukan tema terlebih dulu? Bagaimana cara
menyajikan cerpen secara kreatif? Peserta didik diberi sticky note untuk memberikan apresiasi dan saran dari hasil karya teman.
| Model: PjBL
Metode: Diskusi Mengevaluasi hasil kerja teman Penugasan | 60 menit |
|
| Mempresentasikan dan menguji hasil penyelesaian proyek Peserta didik dengan hasil apresiasi terbanyak melakukan presentasi. Peserta didik yang lain merespon dan mengajukan pertanyaan.
Mengevaluasi dan refleksi proses dan hasil proyek Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait menyusun cerpen secara kreatif. Guru melakukan refleksi dalam kegiatan menulis cerpen.
|
|
|
|
Kegiatan Akhir (10 menit) |
| Langkah-langkah Pembelajaran | Model/Metode | Alokasi Waktu |
|
| Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik yang sudah tuntas. Guru menyelesaikan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam.
| Model: PjBL Tanya jawab | 10 menit |
|
PENGAYAAN DAN REMEDIAL |
Remedial
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai KKM,guru melakukan pengulangan materi dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas tambahan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
|
Pengayaan
Peserta didik yang daya tangkap dan kerjanya lebih dari peserta didik lain,guru memberikan kegiatan pengayaan yang lebih memperkuat daya serapnya terhadap materi yang telah dipelajari |
REFLEKSI PEMBELAJARAN |
Refleksi Peserta Didik Apakah ada ide atau pesan yang Anda temukan dalam cerpen ini yang baru bagi Anda? Apakah ada bagian cerpen yang membuat Anda terkesan atau berpikir lebih dalam? Jelaskan mengapa. Tantangan apa yang kalian temui saat menulis cerpen?
Refleksi Pendidik Apakah metode pembelajaran yang saya pilih efektif dalam membantu peserta didik memahami cerpen? Bagaimana suasana kelas selama pembelajaran cerpen? Apakah peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi? Bagaimana saya menangani peserta didik yang kurang berpartisipasi atau yang kesulitan dalam memahami cerpen?
|
Mengetahui, Lombok Timur Kepala Sekolah Guru Bahasa Indonesia,
|
|
LAMPIRAN-LAMPIRAN |
Bahan ajar (terlampir) Media pembelajaran (terlampir) Lembar Kerja Peserta Didik (terlampir) Instrumen penilaian (terlampir)
|
LAMPIRAN 1 MATERI AJAR
Tujuan Pembelajaran
Menyusun teks cerpen secara kreatif
Indikator
Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4) Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen. (C5)
Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6)
Konsep Utama
Cerita Pendek yang Disusun secara Kreatif
Materi Pembelajaran
Faktual (mengingat)
Video Pembacaan Cerpen “Kue Coklat Di Hari Guru” pada tautan https://www.aspirasi.baleliterasi.org/kue-coklat-di-hari-guru/
Teks Cerpen “Kue Coklat Di Hari Guru” karya Eva Nurmayani, M.Pd.
Konseptual (memahami)
Pengertian cerpen
Ciri-ciri cerpen
Unsur pembangun cerpen
Unsur instrinsik
Unsur ekstrinsik
Struktur cerpen
Ciri kebahasaan cerpen
Prosedural (menerapkan, menganalisis, mengevaluasi)
Langkah-langkah menyusun cerpen
Metakognitif (menciptakan)
Kerangka cerpen peserta didik
Cerita pendek yang disusun peserta didik
Tulisan apresiasi dan komentar dari peserta didik
Mind Mapping
Menelaah unsur intrinsik cerpen
Memproyeksikan struktur cerpen
Menyajikan cerpen kreatif
Produk cerpen hasil karya peserta didik
Uraian Materi Pembelajaran
Pengertian Cerpen
salah satu bentuk karya sastra yang berupa prosa fiksi yang memiliki panjang relatif pendek dan mengisahkan cerita dengan satu fokus atau tema utama. Cerpen biasanya hanya memiliki satu atau dua tokoh utama dan berfokus pada satu peristiwa atau konflik yang berkembang secara sederhana dan cepat. Tujuan cerpen adalah untuk memberikan hiburan atau menyampaikan pesan moral dalam waktu yang singkat.
Ciri-ciri Cerpen
Secara umum, ciri-ciri cerpen sebagai berikut.
Bersifaf fiktif atau karangan dari penulis.
Terusun tidak lebih dari 10.000 kata.
Selesai dibaca dengan sekali duduk.
Alur tunggal atau satu cerita.
Ditulis berdasarkan peristiwa sehari-hari.
Memiliki pesan moral.
Unsur-unsur Pembangun Cerpen
Unsur intrinsik
Tema: ide cerita yang mendasari jalan cerita, biasanya ditulis dalam bentuk kata benda (nomina). Contoh: persahabatan, perjuangan, keadilan, dan lain-lain.
Alur/Plor: urutan peristiwa atau jalan cerita. Terdapat dua macam alur yakni alur maju (linier) dan alur kilasbalik. Beberapa tahapan alur sebagai berikut.
Pengenalan situasi cerita
Pengungkapan peristiwa
Menuju pada adanya konflik
Puncak konflik
Penyelesaian
Latar/setting: terdiri dari waktu, tempat, suasana.
Tokoh dan watak tokoh
Pemeran yang diceritakan dengan karakter atau sifatnya.
Penokohan
Berdasarkan jenisnya: protagonis, antagonis, tritagonis Berdasarkan pelaku: utama dan sampingan
Berdasarkan cara pandang: analitik (diceritakan langsung oleh pengarang) dan dramatik (melalui ciri fisik, lingkungan, jalan pikiran tokoh, dialog dan tanggapan orang lain)
Amanat: pesan/pelajaran yang ingin disampaikan pada pembaca secara tersirat maupun tersurat
Sudut pandang: cara pandang penulis menceritakan isi atau kejadian dalam sebuah cerpen. Sudut pandang dibagi menjadi dua yakni:
Sudut pandang orang pertama
Pelaku utama: “aku” tokoh utama
Pelaku sampingan: “aku” menceritakan orang lain
Sudut pandang orang ketiga
Serba tahu: “dia” menjadi tokoh utama
Pengamat: “dia” menceritakan orang lain
Unsur ekstrinsik
Nilai-nilai (sosial, religius, kebudayaan, moral)
Latar belakang kehidupan pengarang
Kondisi zaman saat karya diciptakan
Tingkat pendidikan
Profesi/pekerjaan
Status sosial ekonomi
Psikologis pengarang
Struktur Cerpen
Struktur | Penjelasan |
Orientasi | Bagian pendahuluan dalam sebuah cerita baik pengenalan sifat tokoh, latar cerita maupun alur cerita. |
Komplikasi | Munculnya masalah lebih dari satu. Berbagai masalah tersebut akhirnya mengarah pada klimaks. |
Resolusi | Pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh. |
Koda | Bagian akhir sebuah cerita, biasanya berisi amanat dari cerita tersebut. |
Ciri-ciri Kebahasaan Cerpen
Ciri Kebahasaan | Contoh Kalimat |
Ragam bahasa sehari-hari (tidak resmi) | Cerpen mengisahkan kehidupan sehari-hari. Kalimat ujaran yang digunakan terasa lebih nyata. Bahasa yang digunakan pun bahasa sehari-hari bukan ragam resmi (nonfiksi). |
Kosakata | Diksi atau pilihan kata yang digunakan sangat penting karena menjadi acuan kualitas cerpen yang dihasilkan. |
Majas | Majas disebut juga bahasa kias yang dadpat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Beberapa jenis majas yakni majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas perulangan. |
Kalimat deskriptif | Kalimat yang menggambarkan sesuatu. |
6. permodelan cerpen




7. Langkah-langkah Menyusun Cerpen
Menyusun Kerangka Teks Cerpen
Observasi, dilakukan secara langsung dengan objek peristiwa sehari- hari.
Menentukan tema dan judul, kedua hal ini berbeda. Tema bersifat lebih umum daripada judul. Tema biasanya berkaitan dengan amanat yang ingin pengarang sampaikan.
Menentukan latar cerita.
Menentukan para tokoh.
Menciptakan konflik.
Menentukan sudut pandang.
Menentukan alur.
Menyusun Cerpen
Tentukan tema yang menarik.
Tetapkan sasaran pembaca.
Tentukan tokoh dan watak tokoh.
Tentukan konflik dan penyelesaian.
Tentukan judul.
Aspek Bahan Penyuntingan
Kesalahan pengetikan
Ketepatan ejaan
Diksi
Keefektifan kalimat
Kepaduan paragraf
Sumber Bacaan
Sumber Buku
Harsiati, Titik dkk. 2017. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Tim MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Magelang. 2020. Materi Suplemen Prestasi Sembada Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs. Yogyakarta: Aditya Nugraha.
Waluyo, Budi. 2020. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas VII SMP dan MTs Pendamping Buku Teks Pelajaran. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sumber Internet
https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/151479-1600606783.pdf, diakses pada Jumat, 30 September 2022 pukul 15.00 WIB.
LAMPIRAN 2 MEDIA PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran
Menyusun teks cerpen secara kreatif
Indikator
Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4) Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen. (C5)
Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6)
Sarana dan Prasarana
Video “Wartawan Itu Menunggu Pengadilan Terakhir”
Naskah Cerpen Hujan Karya Rizki Rianto
Pengembangan Media
Kegiatan Pertemuan Pertama | Moda Luring | Media | Tautan |
Jenis | Wujud |
Pendahuluan (10 menit) Guru memberikan salam. Guru mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar. dan melakukan presensi (Komunikatif) Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya untuk mengingat dan menghubungkan materi yang akan dipelajari: Apa saja unsur intrinsik dalam cerpen? Ada berapa struktur cerpen?
Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks
cerpen. (Komunikatif) |
|
|
|
|
Inti (60 menit) Menentukan pertanyaan atau masalah utama Peserta didik mengamati video “Wartawan itu Menunggu Pengadilan Terakhir” pada tautan https://www.youtube.com/watch
?v=SK8i2HEHfgc&t=231s. Peserta didik diberi pertanyaan
|
| Audio Visual | Video Pembacaan Cerpen (terlampir) | https://www. youtube.com /watch?v=SK 8i2HEHfgc&t= 231s |
sebelum mengamati video pembelajaran: Mengapa video yang ditampilkan disebut sebagai cerpen? Bagaimana permasalahan yang dialami tokoh dalam video tersebut? Amanat apa yang ingin disampaikan?
Peserta didik merespon pertanyaan dari guru, kemudian guru memberi umpan balik dari respon peserta didik. (komunikatif) Peserta didik mengingat kembali materi tentang usur pembangun dan struktur cerpen (literasi) Peserta didik bertanya pada guru ciri kebahasaan, struktur, dan unsur intrinsik cerpen (komunikatif)
Merencanakan proyek Peserta didik menyimak penjelasan guru materi tentang unsur intrinsic, ciri kebahasaan dna struktur cerpen melalui power point. Peserta didik mulai merencanakan pemilihan tema melalui diskusi dengan berkelompok (kolaboratif) Peserta didik mengerjakan LKPD berisi kerangka cerpern bersama kelompok (berpikir kritis) Peserta didik saling memberi komentar terhadap kerangka yang disusun.
Membuat jadwal penyelesaian proyek Peserta didik dan guru berdiskusi untuk menentukan waktu penyelesaian proyek. Peserta didik mempresentasikan kerangka cerpen yang telah disusun.
Guru dan peserta didik menyepakati tindak lanjut dari kerangka cerpen yang telah dibuat. (penulisan cerpen di luar) |
|
Visual
Visual |
Tayangan PPT (terlampir)
LKPD (terlampir) |
|
Penutup (10 menit) Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik yang sudah tuntas. Guru menyelesaikan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan
salam. |
|
|
|
|
Kegiatan Pertemuan Kedua | Moda Luring | Media | Tautan |
Jenis | Wujud |
Pendahuluan (10 menit) Guru memberikan salam dan mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar. dan mengecek kehadiran (Komunikatif) Guru menyampaikan nilai-nilai beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong. Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya. (Berpikir Kritis)
b. Bagaimana Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks
prosedur. (Komunikatif) |
|
|
|
|
Inti (60 menit) Memonitor kemajuan penyelesaian proyek Peserta didik menempel cerpen yang telah selesai disusun di dinding kelas. Peserta didik menjawab pertanyaan: Mengapa perlu menentukan tema terlebih dulu? Bagaimana cara menyajikan cerpen secara kreatif?
|
|
|
|
|
c. Peserta didik diberi sticky note untuk memberikan apresiasi dan saran dari hasil karya teman. Mempresentasikan dan menguji hasil penyelesaian proyek Peserta didik dengan hasil apresiasi terbanyak melakukan presentasi. Peserta didik yang lain merespon dan mengajukan pertanyaan.
Mengevaluasi dan refleksi proses dan hasil proyek Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait menyusun cerpen secara kreatif. Guru melakukan refleksi dalam kegiatan menulis cerpen.
|
|
Visual |
Cerpen Kreasi |
|
Penutup (10 menit) Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik yang sudah tuntas. Guru menyelesaikan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam.
|
|
|
|
|
Pengembangan Media

LAMPIRAN 4 INSTRUMEN PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran
Menyusun teks cerpen secara kreatif
Indikator
Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4) Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen. (C5)
Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6)
Pemahaman Bermakna
Peserta didik dapat menyusun cerpen berbekal unsur intrinsik dan struktur cerpen.
Rancangan Instrumen Penilaian
Jenis | Bentuk | Kisi-kisi Penilaian |
Diagnostik | Pengamatan Sikap | Sikap tertib dan disiplin dalam pembelajaran. Peserta didik bergotong royong dengan teman sekelompok untuk menganalisis unsur instrinsik. Peserta didik berpikir kritis dalam menentukan tema dan menyusun kerangka cerpen. Peserta didik kreatif dalam menyajikan cerpen berdasarkan
unsur intrinsik dan struktur. |
Formatif | Tes Tulis | Analisis unsur intrinsik Analisis struktur cerpen
|
Sumatif | Praktik | Peserta didik dapat menuliskan kerangka serta menyusun dan memberikan apresiasi cerpen. |
Kisi-kisi Penilaian
Kisi-kisi Penilaian Diagnostik
Tercantum dalam tabel
Kisi-kisi Penilaian Formatif
Nomor Soal | Indikator | Bentuk Tes |
1-3 | Peserta didik dapat menganalisis struktur teks cerpen dengan tepat. | Uraian |
1-7 | Peserta didik dapat menganalisis unsur intrinsik teks cerpen dengan tepat. | Uraian |
Kisi-kisi Penilaian Sumatif
Nomor Soal | Indikator | Bentuk Tes |
1 | Peserta didik dapat menuliskan kerangka dan mengembangkannya menjadi cerpen utuh. | Produk |
Rubrik Penilaian
Rubrik Penilaian Diagnostik
No | Sikap | Kriteria Penilaian | Skor | Kategori |
1 | Disiplin | Sangat tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran. | 4 | Sangat Baik |
Tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran. | 3 | Baik |
Cukup tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran. | 2 | Cukup Baik |
Sering terlambat dalam mengikuti pembelajaran. | 1 | Perlu Bimbingan |
2 | Bernalar Kritis | Sangat kritis dalam menentukan tema cerpen. | 4 | Sangat Baik |
Kritis dalam menentukan tema cerpen. | 3 | Baik |
Cukup kritis dalam menentukan tema cerpen. | 2 | Cukup Baik |
Belum kritis dalam menentukan tema cerpen. | 1 | Perlu Bimbingan |
3 | Kreatif | Sangat kreatif dalam menyusun cerpen. | 4 | Sangat Baik |
Kreatif dalam menyusun cerpen. | 3 | Baik |
Cukup kreatif dalam menyusun cerpen. | 2 | Cukup Baik |
Belum kreatif dalam menyusun cerpen. | 1 | Perlu Bimbingan |
4 | Bergotong royong | Sangat kolaboratif dalam diskusi kelompok. | 4 | Sangat Baik |
Kolaboratif dalam diskusi kelompok. | 3 | Baik |
Cukup kreatif dalam diskusi kelompok. | 2 | Cukup Baik |
Belum kreatif dalam diskusi kelompok. | 1 | Perlu Bimbingan |
Rubrik Penilaian Formatif
No | Indikator | Kriteria Penilaian | Skor | Kategori |
1 | Orientasi | Dapat menganalisis orientasi dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Dapat menganalisis orientasi dengan tepat. | 3 | Baik |
Dapat menganalisis orientasi dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Dapat menganalisis orientasi dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
2 | Kompli Kasi | Menganalisis komplikasi dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Menganalisis komplikasi dengan tepat. | 3 | Baik |
Menganalisis komplikasi dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Menganalisis komplikasi dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
3 | Resolusi | Dapat menganalisis resolusi dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Dapat menganalisis resolusi dengan tepat. | 3 | Baik |
Dapat menganalisis resolusi dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Dapat menganalisis resolusi dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
|
4 | Tema | Dapat menganalisis tema dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Dapat menganalisis tema dengan tepat. | 3 | Baik |
Dapat menganalisis tema dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Dapat menganalisis tema dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
5 | Alur | Dapat menganalisis alur dengan sangat lengkap. | 4 | Sangat Baik |
Dapat menganalisis alur dengan lengkap. | 3 | Baik |
Dapat menganalisis alur dengan cukup lengkap. | 2 | Cukup Baik |
Dapat menganalisis alur dengan kurang lengkap. | 1 | Perlu Bimbingan |
6 | Latar | Dapat menganalisis latar dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Dapat menganalisis latar dengan tepat. | 3 | Baik |
Dapat menganalisis latar dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Dapat menganalisis latar dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
7 | Tokoh dan watak | Menganalisis tokoh dan watak dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Menganalisis tokoh dan watak dengan tepat. | 3 | Baik |
Menganalisis tokoh dan watak dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Menganalisis tokoh dan watak dengan kurangtepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
8 | Penokohan | Menganalisis penokohan dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Menganalisis penokohan dengan tepat. | 3 | Baik |
Menganalisis penokohan dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Menganalisis penokohan dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
9 | Amanat | Menganalisis amanat dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Menganalisis amanat dengan tepat. | 3 | Baik |
Menganalisis amanat dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Menganalisis amanat dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
10 | Sudut Pandang | Menganalisis sudut pandang dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Menganalisis sudut pandang dengan tepat. | 3 | Baik |
Menganalisis sudut pandang dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Menganalisis sudut pandang dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
Rubrik Penilaian Sumatif (Produk)
No | Indikator | Kriteria Penilaian | Skor | Kategori |
1 | Tema | Dapat menentukan tema dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Dapat menentukan tema dengan tepat. | 3 | Baik |
Dapat menentukan tema dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Dapat menentukan tema dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
2 | Kerangka cerpen | Dapat menyusun kerangka dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Dapat menyusun kerangka dengan tepat. | 3 | Baik |
Dapat menyusun kerangka dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Dapat menyusun kerangka dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
3 | Unsur Intrinsik | Menerapkan unsur intrinsik dengan sangat tepa. | 4 | Sangat Baik |
Menerapkan unsur intrinsik dengan tepat. | 3 | Baik |
Menerapkan unsur intrinsik dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Menerapkan unsur intrinsik dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
4 | Struktur | Menerapkan struktur cerpen dengan sangat tepat. | 4 | Sangat Baik |
Menerapkan struktur cerpen dengan tepat. | 3 | Baik |
Menerapkan struktur cerpen dengan cukup tepat. | 2 | Cukup Baik |
Menerapkan struktur cerpen dengan kurang tepat. | 1 | Perlu Bimbingan |
Lembar Observasi
Diagnostik
Lembar Observasi Aktivitas Peserta Didik
Petunjuk: lembarn ini diisi oleh guru untuk menilai sikap peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik.
No |
Nama | Sikap yang diamati |
Skor |
1 | 2 | 3 | 4 |
1 |
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
Formatif
No | Nama | Soal | Skor |
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumatif
No |
Nama | Kriteria yang diamati |
Skor |
1 | 2 | 3 | 4 |
1 |
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Instrumen Remedial
Panduan kegiatan:
Peserta didik yang telah melampaui KKM belajar membuat tanggapan dengan santun dan atau menjadi tutor sebaya dengan mengingatkan kembali materi unsur intrinsik dan struktur cerpen.
Peserta didik menganalisis unsur intrinsik, dan sturktur cerpen.
Peserta didik menyusun cerpen berdasarkan unsur intrinsik dan unsur pembangun.
No | Nama Peserta Didik | Kegiatan Remedial | Keterangan |
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
Instrumen Pengayaan
Panduan kegiatan:
Peserta didik yang telah melampaui KKM menjadi tutor sebaya.
Pendidik mengarahkan peserta didik untuk mempelajari materi teks tanggapan dengan cara mencoba memberi tanggapan dengan santun.
No | Nama Peserta Didik | Kegiatan Remedial | Keterangan |
1 |
|
|
|
2 |
|
|
|
3 |
|
|
|
4 |
|
|
|
5 |
|
|
|
|
DAFTAR PUSTAKA |
Trianto, A., Harsiati, T., & Kosasih, E.. (2018). Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX edisi revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rohimah, I., (2017).Bupena Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Penerbit Erlangga. Waluyo, B., (2020). Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai. Ekawati, D., dan Isnatun, S.M., (2017). Bahasa Indonesia 3 SMP/MTs Kelas IX. Bogor: Yudhistira. Artikel jurnal: Agustina, S., Pasaribu, M., & Saehana, S. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Sinektik Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Palu. JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online), 4(2), 42-46. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1318875, diakses pada Rabu, 21 September 2022 pukul 12.34 WIB. Rachmawati, D. F., Handayanto, A., & Utami, R. E. (2020). Efektivitas Media Pembelajaran Berbantu Website dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP. Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 2(3), 258-265. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2433964, diakses pada Kamis, 15 September 2022 pukul 11.21 WIB. Sari, M. Z., & Hermawati, E. (2020). Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Sinektik Analogi Personal Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Kuningan. Attadib: Journal of Elementary Education, 4(2), 58-68. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2140973, diakses pada Rabu, 14 September 2022 pukul 01.01 WIB. https://www.youtube.com/watch?v=SK8i2HEHfgc&t=231s, diakses pada Jumat, 11 November 2022. |
Comments
Post a Comment