MODUL AJAR BAHASA INDONESIA


INFORMASI UMUM PERANGKAT AJAR

  1. Nama Penulis : Karyasatin Andana

Instansi : (-)

Tahun 2025

  1. Jenjang Sekolah : (-)

  2. Kelas                        : Fase c kelas IV

  3. Alokasi Waktu : 4 x 40 menit / (dua kali pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Fase C Kelas v

  • Elemen : Menulis

  • Tujuan Pembelajaran: Menyusun teks cerpen secara kreatif.

  • Tema  Cerpen :  “Kue Coklat Di Hari Guru” 

  • Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4)

Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen dalam kerangka. (C5) Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6)

  • Konsep Utama: Cerita Pendek yang Disusun secara Kreatif.

KOMPETENSI AWAL

  1. Peserta didik sudah mengetahui unsur intrinsik cerpen.

  2. Peserta didik sudah memahami struktur cerita pendek.

PROFIL PELAJAR PANCASILA

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

Peserta didik dengan sikap pribadi baik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan disiplin.

  1. Bergotong royong

Peserta didik mampu bekerja sama dalam berbagai kegiatan dan situasi untuk mencapai tujuan bersama dalam menganalisis unsur intrinsik       cerpen.

  1. Kreatif

Peserta didik dapat menyusun cerpen sesuai dengan struktur yang tepat.

  1. Bernalar kritis

Peserta didik dapat mengomentari dengan memberikan saran untuk hasil karya temannya.




SARANA DAN PRASARANA

  1. Laptop

  2. Proyektor

  3. Video pembacaan cerpen “Wartawan itu Menunggu Pengadilan Terakhir”

https://www.youtube.com/watch?v=SK8i2HEHfgc&t=231s

  1. Kertas warna dan sticky note

  2. Solasi kertas

  3. PPT

  4. LKPD dan lembar jawab

  5. Buku guru

Trianto, A., Harsiati, T., & Kosasih, E.. (2018). Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX edisi revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rohimah, I., (2017).Bupena Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Penerbit Erlangga. Waluyo, B., (2020). Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai. Ekawati, D., dan Isnatun, S.M., (2017). Bahasa Indonesia 3 SMP/MTs Kelas IX. Bogor: Yudhistira.


  1. Artikel jurnal:

Agustina, S., Pasaribu, M., & Saehana, S. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Sinektik Terhadap  Hasil  Belajar  Fisika  Pada  Siswa  Kelas  X  SMA  Negeri  4  Palu.  JPFT  (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online), 4(2), 42-46.

https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1318875, diakses pada Rabu, 21 September 2022 pukul 12.34 WIB.

Rachmawati, D. F., Handayanto, A., & Utami, R. E. (2020). Efektivitas Media Pembelajaran Berbantu Website dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP. Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 2(3), 258-265. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2433964, diakses

pada Kamis, 15 September 2022 pukul 11.21 WIB.

Sari, M. Z., & Hermawati, E. (2020). Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Sinektik Analogi Personal Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Kuningan. Attadib: Journal of Elementary Education, 4(2), 58-

68. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2140973, diakses pada Rabu, 14 September 2022 pukul 01.01 WIB.


https://www.youtube.com/watch?v=SK8i2HEHfgc&t=231s, diakses pada Jumat, 18 November 2022.

TARGET PESERTA DIDIK

Kelas 

MODEL PEMBELAJARAN:


PjBL (Project Based Learning)

METODE PEMBELAJARAN:

1). Contoh dan Analogi (tidak langsung)

2). Kelompok Belajar Kolaboratif (interaktif)




3). Tanya jawab (interaktif)

4) Diskusi kelas (interaktif)

5). Penugasan (mandiri)

MODA PEMBELAJARAN :

Luring

KOMPONEN INTI

PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Peserta didik dapat menyusun cerpen secara kreatif berbekal unsur intrinsik dan struktur.

  • Peserta didik dapat Mengidentifikasi tema utama yang diangkat oleh cerpen, seperti persahabatan, cinta, perjuangan, atau konflik sosial. Pemahaman ini memungkinkan pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan penulis.

PERTANYAAN PEMANTIK


Pertemuan Pertama

  1. Bagaimana latar (tempat dan waktu) cerita mempengaruhi suasana dan perkembangan alur?

  2. Apa yang dapat kita pelajari dari tindakan atau keputusan tokoh utama dalam cerpen ini?

  3. Apa pesan utama yang ingin disampaikan penulis melalui cerita ini??


Pertemuan Kedua

  1. Mengapa perlu menentukan tema terlebih dulu?

  2. Bagaimana cara membuat cerpen secara kreatif?

URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Pertama

Kegiatan Awal (10 menit)


Langkah-langkah Pembelajaran

Model/Metode

Alokasi Waktu



  1. Guru memberikan salam dan mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama.

  2. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar dan mengecek kehadiran (Komunikatif)

  3. Guru menyampaikan nilai-nilai beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, bernalar kritis

dan bergotong royong.

Model: PjBL

Metode: tanya jawab

10 menit






  1. Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya untuk mengingat dan menghubungkan materi yang akan dipelajari:

    1. Apa saja unsur intrinsik dalam cerpen?

    2. Ada berapa struktur cerpen?

  2. Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks cerpen. (Komunikatif)




Kegiatan inti (60 menit)


Langkah-langkah Pembelajaran

Model/Metode

Alokasi Waktu



  1. Menentukan pertanyaan atau masalah utama

    1. Peserta didik membaca Cerpen “Kue Coklat Di Hari Guru”pada tautan   

https://www.aspirasi.baleliterasi.org/kue-coklat-di-hari-guru/

  1. Peserta didik diberi pertanyaan sebelum

membaca cerpen pembelajaran:

  1. Mengapa cerpen yang ditampilkan disebut sebagai cerpen?

  2. Bagaimana permasalahan yang dialami tokoh dalam cerpen tersebut?

  3. Amanat apa yang ingin disampaikan?

  1. Peserta didik merespon pertanyaan dari guru, kemudian guru memberi umpan balik dari respon peserta didik. (komunikatif)

  2. Peserta didik mengingat kembali materi tentang usur pembangun dan struktur cerpen (literasi)

  3. Peserta didik bertanya pada guru ciri kebahasaan, struktur, dan unsur intrinsik

cerpen (komunikatif)

Model: PjBL


Metode:

Sinektik, Kelompok Belajar Kolaboratif

Diskusi Penugasan

60 menit






  1. Merencanakan proyek

    1. Peserta didik menyimak penjelasan guru materi tentang unsur intrinsik, ciri kebahasaan dna struktur cerpen melalui power point.

    2. Peserta didik mulai merencanakan pemilihan tema melalui diskusi dengan berkelompok (kolaboratif)

    3. Peserta didik mengerjakan LKPD berisi kerangka cerpern bersama kelompok (berpikir kritis)

    4. Peserta didik saling memberi komentar terhadap kerangka yang disusun.


  1. Membuat jadwal penyelesaian proyek

    1. Peserta didik dan guru berdiskusi untuk

menentukan waktu penyelesaian  proyek.

  1. Peserta didik

mempresentasikan kerangka cerpen yang telah disusun.

  1. Guru dan peserta didik menyepakati tindak lanjut dari kerangka cerpen yang telah dibuat. (penulisan cerpen di luar jam pelajaran)




Kegiatan Akhir (10 menit)


Langkah-langkah Pembelajaran

Model/Metode

Alokasi Waktu



  1. Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif.

  2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif.

  3. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini.

  4. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik

yang sudah tuntas.

Model: PjBL

Metode: tanya jawab

10 menit






5. Guru menyelesaikan

pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam.




Pertemuan Kedua

Kegiatan Awal (10 menit)


Langkah-langkah Pembelajaran

Model/Metode

Alokasi Waktu



  1. Guru memberikan salam dan mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama.

  2. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar. dan mengecek kehadiran (Komunikatif)

  3. Guru menyampaikan nilai-nilai beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.

  4. Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan

pembelajaran        sebelumnya.

(Berpikir Kritis)

  1. Mengapa

  1. Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks prosedur. (Komunikatif)

Model: PjBL

Metode: Tanya jawab

10 menit


Kegiatan inti (60 menit)


Langkah-langkah Pembelajaran

Model/Metode

Alokasi Waktu



  1. Memonitor kemajuan penyelesaian proyek

    1. Peserta didik menempel cerpen yang telah selesai disusun di dinding kelas.

    2. Peserta didik menjawab pertanyaan:

      1. Mengapa perlu menentukan tema terlebih dulu?

      2. Bagaimana cara

menyajikan cerpen secara kreatif?

  1. Peserta didik diberi sticky note untuk memberikan apresiasi dan saran dari hasil karya teman.

Model: PjBL


Metode:

Diskusi

Mengevaluasi hasil kerja teman Penugasan

60 menit






  1. Mempresentasikan dan menguji hasil penyelesaian proyek

    1. Peserta didik dengan hasil apresiasi terbanyak melakukan presentasi.

    2. Peserta didik yang lain merespon dan mengajukan pertanyaan.


  1. Mengevaluasi dan refleksi proses dan hasil proyek

    1. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait menyusun cerpen secara kreatif.

    2. Guru melakukan refleksi dalam kegiatan menulis cerpen.




Kegiatan Akhir (10 menit)


Langkah-langkah Pembelajaran

Model/Metode

Alokasi Waktu



  1. Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif.

  2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif.

  3. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini.

  4. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik yang sudah tuntas.

  5. Guru menyelesaikan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam.

Model: PjBL Tanya jawab

10 menit


PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Remedial


Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai KKM,guru melakukan pengulangan materi dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas tambahan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.





Pengayaan


Peserta didik yang daya tangkap dan kerjanya lebih dari peserta didik lain,guru memberikan kegiatan pengayaan yang lebih memperkuat daya serapnya terhadap materi yang telah dipelajari

REFLEKSI PEMBELAJARAN


Refleksi Peserta Didik

  1. Apakah ada ide atau pesan yang Anda temukan dalam cerpen ini yang baru bagi Anda?

  2. Apakah ada bagian cerpen yang membuat Anda terkesan atau berpikir lebih dalam? Jelaskan mengapa.

  3. Tantangan apa yang kalian temui saat menulis cerpen?


Refleksi Pendidik

  1. Apakah metode pembelajaran yang saya pilih efektif dalam membantu peserta didik memahami cerpen?

  2. Bagaimana suasana kelas selama pembelajaran cerpen? Apakah peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi?

  3. Bagaimana saya menangani peserta didik yang kurang berpartisipasi atau yang kesulitan dalam memahami cerpen?


Mengetahui, Lombok Timur 

Kepala Sekolah Guru Bahasa Indonesia,






LAMPIRAN-LAMPIRAN

  1. Bahan ajar (terlampir)

  2. Media pembelajaran (terlampir)

  3. Lembar Kerja Peserta Didik (terlampir)

  4. Instrumen penilaian (terlampir)



LAMPIRAN 1 MATERI AJAR

  1. Tujuan Pembelajaran

Menyusun teks cerpen secara kreatif


  1. Indikator

Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4) Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen. (C5)

Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6)


  1. Konsep Utama

Cerita Pendek yang Disusun secara Kreatif


  1. Materi Pembelajaran

    1. Faktual (mengingat)

      1. Video Pembacaan Cerpen “Kue Coklat Di Hari Guru” pada tautan https://www.aspirasi.baleliterasi.org/kue-coklat-di-hari-guru/

      2. Teks Cerpen “Kue Coklat Di Hari Guru” karya Eva Nurmayani, M.Pd.

    2. Konseptual (memahami)

      1. Pengertian cerpen

      2. Ciri-ciri cerpen

      3. Unsur pembangun cerpen

        1. Unsur instrinsik

        2. Unsur ekstrinsik

      4. Struktur cerpen

      5. Ciri kebahasaan cerpen

    3. Prosedural (menerapkan, menganalisis, mengevaluasi)

      1. Langkah-langkah menyusun cerpen

    4. Metakognitif (menciptakan)

      1. Kerangka cerpen peserta didik

      2. Cerita pendek yang disusun peserta didik

      3. Tulisan apresiasi dan komentar dari peserta didik



  1. Mind Mapping









Menelaah unsur intrinsik cerpen


Memproyeksikan struktur cerpen


Menyajikan cerpen kreatif

Produk cerpen hasil karya peserta didik




  1. Uraian Materi Pembelajaran


  1. Pengertian Cerpen

salah satu bentuk karya sastra yang berupa prosa fiksi yang memiliki panjang relatif pendek dan mengisahkan cerita dengan satu fokus atau tema utama. Cerpen biasanya hanya memiliki satu atau dua tokoh utama dan berfokus pada satu peristiwa atau konflik yang berkembang secara sederhana dan cepat. Tujuan cerpen adalah untuk memberikan hiburan atau menyampaikan pesan moral dalam waktu yang singkat.

  1. Ciri-ciri Cerpen

Secara umum, ciri-ciri cerpen sebagai berikut.

  1. Bersifaf fiktif atau karangan dari penulis.

  2. Terusun tidak lebih dari 10.000 kata.

  3. Selesai dibaca dengan sekali duduk.

  4. Alur tunggal atau satu cerita.

  5. Ditulis berdasarkan peristiwa sehari-hari.

  6. Memiliki pesan moral.



  1. Unsur-unsur Pembangun Cerpen

    1. Unsur intrinsik

      1. Tema: ide cerita yang mendasari jalan  cerita, biasanya ditulis dalam bentuk kata benda (nomina). Contoh: persahabatan, perjuangan, keadilan, dan lain-lain.

      2. Alur/Plor: urutan peristiwa atau jalan cerita. Terdapat dua macam alur yakni alur maju (linier) dan alur kilasbalik. Beberapa tahapan alur sebagai berikut.

        1. Pengenalan situasi cerita

        2. Pengungkapan peristiwa

        3. Menuju pada adanya konflik

        4. Puncak konflik

        5. Penyelesaian

      3. Latar/setting: terdiri dari waktu, tempat, suasana.

      4. Tokoh dan watak tokoh

      5. Pemeran yang diceritakan dengan karakter atau sifatnya.

      6. Penokohan

Berdasarkan jenisnya: protagonis, antagonis, tritagonis Berdasarkan pelaku: utama dan sampingan

Berdasarkan cara pandang: analitik (diceritakan langsung oleh pengarang) dan dramatik (melalui ciri fisik, lingkungan, jalan pikiran tokoh, dialog dan tanggapan orang lain)

  1. Amanat: pesan/pelajaran yang ingin disampaikan pada pembaca secara tersirat maupun tersurat

  2. Sudut pandang: cara pandang penulis menceritakan isi atau kejadian dalam sebuah cerpen. Sudut pandang dibagi menjadi dua yakni:

    1. Sudut pandang orang pertama

      1. Pelaku utama: “aku” tokoh utama

      2. Pelaku sampingan: “aku” menceritakan orang lain

    2. Sudut pandang orang ketiga

      1. Serba tahu: “dia” menjadi tokoh utama

      2. Pengamat: “dia” menceritakan orang lain

  1. Unsur ekstrinsik

    1. Nilai-nilai (sosial, religius, kebudayaan, moral)

    2. Latar belakang kehidupan pengarang

    3. Kondisi zaman saat karya diciptakan

    4. Tingkat pendidikan

    5. Profesi/pekerjaan

    6. Status sosial ekonomi

    7. Psikologis pengarang



  1. Struktur Cerpen


Struktur

Penjelasan

Orientasi

Bagian pendahuluan dalam sebuah cerita baik pengenalan sifat tokoh, latar cerita maupun alur

cerita.


Komplikasi

Munculnya masalah lebih dari satu. Berbagai masalah tersebut akhirnya mengarah pada klimaks.

Resolusi

Pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.

Koda

Bagian akhir sebuah cerita, biasanya berisi amanat dari cerita tersebut.


  1. Ciri-ciri Kebahasaan Cerpen


Ciri Kebahasaan

Contoh Kalimat

Ragam bahasa sehari-hari (tidak resmi)

Cerpen mengisahkan kehidupan sehari-hari. Kalimat ujaran yang digunakan terasa lebih nyata. Bahasa yang digunakan pun bahasa sehari-hari bukan ragam

resmi (nonfiksi).

Kosakata

Diksi  atau   pilihan   kata   yang   digunakan   sangat

penting karena menjadi acuan kualitas cerpen yang dihasilkan.

Majas

Majas disebut juga bahasa kias yang dadpat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Beberapa jenis majas yakni majas perbandingan, majas pertentangan,

majas pertautan, dan majas perulangan.

Kalimat deskriptif

Kalimat yang menggambarkan sesuatu.



6. permodelan cerpen









7. Langkah-langkah Menyusun Cerpen

  1. Menyusun Kerangka Teks Cerpen

    1. Observasi, dilakukan secara langsung dengan objek peristiwa sehari- hari.

    2. Menentukan tema dan judul, kedua hal ini berbeda. Tema bersifat lebih umum daripada judul. Tema biasanya berkaitan  dengan amanat yang ingin pengarang sampaikan.

    3. Menentukan latar cerita.

    4. Menentukan para tokoh.

    5. Menciptakan konflik.

    6. Menentukan sudut pandang.

    7. Menentukan alur.

  2. Menyusun Cerpen

    1. Tentukan tema yang menarik.

    2. Tetapkan sasaran pembaca.

    3. Tentukan tokoh dan watak tokoh.

    4. Tentukan konflik dan penyelesaian.

    5. Tentukan judul.

  3. Aspek Bahan Penyuntingan

    1. Kesalahan pengetikan

    2. Ketepatan ejaan

    3. Diksi

    4. Keefektifan kalimat

    5. Kepaduan paragraf


  1. Sumber Bacaan

  1. Sumber Buku

Harsiati, Titik dkk. 2017. Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Tim MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Magelang. 2020. Materi Suplemen Prestasi Sembada Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs. Yogyakarta: Aditya Nugraha.

Waluyo, Budi. 2020. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas VII SMP dan MTs Pendamping Buku Teks Pelajaran. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.


  1. Sumber Internet

https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/151479-1600606783.pdf, diakses pada Jumat, 30 September 2022 pukul 15.00 WIB.

LAMPIRAN 2 MEDIA PEMBELAJARAN

  1. Tujuan Pembelajaran

Menyusun teks cerpen secara kreatif


  1. Indikator

Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4) Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen. (C5)

Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6)


  1. Sarana dan Prasarana

    1. Video “Wartawan Itu Menunggu Pengadilan Terakhir”

    2. Naskah Cerpen Hujan Karya Rizki Rianto

  2. Pengembangan Media


Kegiatan Pertemuan Pertama

Moda Luring

Media

Tautan

Jenis

Wujud

Pendahuluan (10 menit)

  1. Guru memberikan salam.

  2. Guru mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama.

  3. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar. dan melakukan presensi (Komunikatif)

  4. Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya untuk mengingat dan menghubungkan materi yang akan dipelajari:

    1. Apa saja unsur intrinsik dalam cerpen?

    2. Ada berapa struktur cerpen?

  5. Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks

cerpen. (Komunikatif)





Inti (60 menit)

  1. Menentukan pertanyaan atau masalah utama

    1. Peserta didik mengamati video “Wartawan itu Menunggu Pengadilan Terakhir” pada tautan https://www.youtube.com/watch

?v=SK8i2HEHfgc&t=231s.

  1. Peserta didik diberi pertanyaan


Audio Visual

Video Pembacaan Cerpen (terlampir)

https://www. youtube.com

/watch?v=SK 8i2HEHfgc&t= 231s




sebelum mengamati video pembelajaran:

  1. Mengapa video yang ditampilkan disebut sebagai cerpen?

  2. Bagaimana permasalahan yang dialami tokoh dalam video tersebut?

  3. Amanat apa yang ingin disampaikan?

  1. Peserta didik merespon pertanyaan dari guru, kemudian guru memberi umpan balik dari respon peserta didik. (komunikatif)

  2. Peserta didik mengingat kembali materi tentang usur pembangun dan struktur cerpen (literasi)

  3. Peserta didik bertanya pada guru ciri kebahasaan, struktur, dan unsur intrinsik cerpen (komunikatif)

  1. Merencanakan proyek

    1. Peserta didik menyimak penjelasan guru materi tentang unsur intrinsic, ciri kebahasaan dna struktur cerpen melalui power point.

    2. Peserta didik mulai merencanakan pemilihan tema melalui diskusi dengan berkelompok (kolaboratif)

    3. Peserta didik mengerjakan LKPD berisi kerangka cerpern bersama kelompok (berpikir kritis)

    4. Peserta didik saling memberi komentar terhadap kerangka yang disusun.

  2. Membuat jadwal penyelesaian proyek

    1. Peserta didik dan guru berdiskusi untuk menentukan waktu penyelesaian proyek.

    2. Peserta didik mempresentasikan kerangka cerpen yang telah disusun.

Guru dan peserta didik menyepakati tindak lanjut dari kerangka cerpen yang telah

dibuat. (penulisan cerpen di luar)



















Visual





Visual


















Tayangan PPT

(terlampir)



LKPD

(terlampir)





Penutup (10 menit)

  1. Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif.

  2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif.

  3. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini.

  4. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik yang sudah tuntas.

  5. Guru menyelesaikan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan

salam.





Kegiatan Pertemuan Kedua

Moda Luring

Media

Tautan

Jenis

Wujud

Pendahuluan (10 menit)

  1. Guru memberikan salam dan mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdoa bersama.

  2. Guru menanyai peserta didik terkait kesiapan untuk belajar. dan mengecek kehadiran (Komunikatif)

  3. Guru menyampaikan nilai-nilai beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.

  4. Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya. (Berpikir Kritis)

b. Bagaimana

  1. Guru menyampaikan tujuan, kompetensi yang akan dicapai dan manfaat dari mempelajari teks

prosedur. (Komunikatif)





Inti (60 menit)

  1. Memonitor kemajuan penyelesaian proyek

    1. Peserta didik menempel cerpen yang telah selesai disusun di dinding kelas.

    2. Peserta didik menjawab pertanyaan:

      1. Mengapa perlu menentukan tema terlebih dulu?

      2. Bagaimana cara menyajikan cerpen secara kreatif?








c. Peserta didik diberi sticky note untuk memberikan apresiasi dan saran dari hasil karya teman.

  1. Mempresentasikan dan menguji hasil penyelesaian proyek

    1. Peserta didik dengan hasil apresiasi terbanyak melakukan presentasi.

    2. Peserta didik yang lain merespon dan mengajukan pertanyaan.

  2. Mengevaluasi dan refleksi proses dan hasil proyek

    1. Peserta didik mendapat penguatan dari guru terkait menyusun cerpen secara kreatif.

    2. Guru melakukan refleksi dalam kegiatan menulis cerpen.





Visual




Cerpen Kreasi


Penutup (10 menit)

  1. Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang aktif dan motivasi bagi peserta didik yang kurang aktif.

  2. Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerpen secara kreatif.

  3. Guru merefleksi pengalaman belajar hari ini.

  4. Guru merancang tindak lanjut berupa remedial untuk peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan bagi peserta didik yang sudah tuntas.

  5. Guru menyelesaikan pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam.






  1. Pengembangan Media














LAMPIRAN 4 INSTRUMEN PENILAIAN

  1. Tujuan Pembelajaran

Menyusun teks cerpen secara kreatif

  1. Indikator

Peserta didik dapat menelaah unsur intrinsik cerpen. (C4) Peserta didik dapat memvalidasi struktur cerpen. (C5)

Peserta didik dapat menyusun cerpen dalam bentuk tulisan. (C6)

  1. Pemahaman Bermakna

Peserta didik dapat menyusun cerpen berbekal unsur intrinsik dan struktur cerpen.

  1. Rancangan Instrumen Penilaian


Jenis

Bentuk

Kisi-kisi Penilaian

Diagnostik

Pengamatan Sikap

  1. Sikap tertib dan disiplin dalam pembelajaran.

  2. Peserta didik bergotong royong dengan teman sekelompok untuk menganalisis unsur instrinsik.

  3. Peserta didik berpikir kritis dalam menentukan tema dan menyusun kerangka cerpen.

  4. Peserta didik kreatif dalam menyajikan cerpen berdasarkan

unsur intrinsik dan struktur.

Formatif

Tes Tulis

  1. Analisis unsur intrinsik

  2. Analisis struktur cerpen

Sumatif

Praktik

Peserta didik dapat menuliskan kerangka serta menyusun dan

memberikan apresiasi cerpen.


  1. Kisi-kisi Penilaian

    1. Kisi-kisi Penilaian Diagnostik

Tercantum dalam tabel

  1. Kisi-kisi Penilaian Formatif


Nomor Soal

Indikator

Bentuk Tes

1-3

Peserta didik dapat menganalisis struktur teks

cerpen dengan tepat.

Uraian

1-7

Peserta didik dapat

menganalisis unsur intrinsik teks cerpen dengan tepat.

Uraian

  1. Kisi-kisi Penilaian Sumatif


Nomor Soal

Indikator

Bentuk Tes

1

Peserta didik dapat menuliskan kerangka dan mengembangkannya

menjadi cerpen utuh.

Produk



  1. Rubrik Penilaian

    1. Rubrik Penilaian Diagnostik


No

Sikap

Kriteria Penilaian

Skor

Kategori

1

Disiplin

Sangat tepat waktu dalam mengikuti

pembelajaran.

4

Sangat Baik

Tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran.

3

Baik

Cukup tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran.

2

Cukup Baik

Sering terlambat dalam mengikuti pembelajaran.

1

Perlu Bimbingan

2

Bernalar Kritis

Sangat kritis dalam menentukan tema cerpen.

4

Sangat Baik

Kritis dalam menentukan tema cerpen.

3

Baik

Cukup kritis dalam menentukan tema cerpen.

2

Cukup Baik

Belum kritis dalam menentukan tema cerpen.

1

Perlu Bimbingan

3

Kreatif

Sangat kreatif dalam menyusun cerpen.

4

Sangat Baik

Kreatif dalam menyusun cerpen.

3

Baik

Cukup kreatif dalam menyusun cerpen.

2

Cukup Baik

Belum kreatif dalam menyusun cerpen.

1

Perlu Bimbingan

4

Bergotong royong

Sangat kolaboratif dalam diskusi kelompok.

4

Sangat Baik

Kolaboratif dalam diskusi kelompok.

3

Baik

Cukup kreatif dalam diskusi kelompok.

2

Cukup Baik

Belum kreatif dalam diskusi kelompok.

1

Perlu Bimbingan

  1. Rubrik Penilaian Formatif


No

Indikator

Kriteria Penilaian

Skor

Kategori

1

Orientasi

Dapat menganalisis orientasi dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Dapat menganalisis orientasi dengan tepat.

3

Baik

Dapat menganalisis orientasi dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Dapat menganalisis orientasi dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

2

Kompli Kasi

Menganalisis komplikasi dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Menganalisis komplikasi dengan tepat.

3

Baik

Menganalisis komplikasi dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Menganalisis komplikasi dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

3

Resolusi

Dapat menganalisis resolusi dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Dapat menganalisis resolusi dengan tepat.

3

Baik

Dapat menganalisis resolusi dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Dapat menganalisis resolusi dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan


4

Tema

Dapat menganalisis tema dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Dapat menganalisis tema dengan tepat.

3

Baik

Dapat menganalisis tema dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Dapat menganalisis tema dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

5

Alur

Dapat menganalisis alur dengan sangat lengkap.

4

Sangat Baik

Dapat menganalisis alur dengan lengkap.

3

Baik

Dapat menganalisis alur dengan cukup lengkap.

2

Cukup Baik

Dapat menganalisis alur dengan kurang lengkap.

1

Perlu Bimbingan

6

Latar

Dapat menganalisis latar dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Dapat menganalisis latar dengan tepat.

3

Baik

Dapat menganalisis latar dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Dapat menganalisis latar dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan




7

Tokoh dan watak

Menganalisis tokoh dan watak dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Menganalisis tokoh dan watak dengan tepat.

3

Baik

Menganalisis tokoh dan watak dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Menganalisis tokoh dan watak dengan kurangtepat.

1

Perlu Bimbingan

8

Penokohan

Menganalisis penokohan dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Menganalisis penokohan dengan tepat.

3

Baik

Menganalisis penokohan dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Menganalisis penokohan dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

9

Amanat

Menganalisis amanat dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Menganalisis amanat dengan tepat.

3

Baik

Menganalisis amanat dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Menganalisis amanat dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

10

Sudut Pandang

Menganalisis sudut pandang dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Menganalisis sudut pandang dengan tepat.

3

Baik

Menganalisis sudut pandang dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Menganalisis sudut pandang dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan


  1. Rubrik Penilaian Sumatif (Produk)


No

Indikator

Kriteria Penilaian

Skor

Kategori

1

Tema

Dapat menentukan tema dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Dapat menentukan tema dengan tepat.

3

Baik

Dapat menentukan tema dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Dapat menentukan tema dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

2

Kerangka cerpen

Dapat menyusun kerangka dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Dapat menyusun kerangka dengan tepat.

3

Baik

Dapat menyusun kerangka dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Dapat menyusun kerangka dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

3

Unsur Intrinsik

Menerapkan unsur intrinsik dengan sangat tepa.

4

Sangat Baik

Menerapkan unsur intrinsik dengan tepat.

3

Baik

Menerapkan unsur intrinsik dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Menerapkan unsur intrinsik dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan

4

Struktur

Menerapkan struktur cerpen dengan sangat tepat.

4

Sangat Baik

Menerapkan struktur cerpen dengan tepat.

3

Baik

Menerapkan struktur cerpen dengan cukup tepat.

2

Cukup Baik

Menerapkan struktur cerpen dengan kurang tepat.

1

Perlu Bimbingan



  1. Lembar Observasi

    1. Diagnostik


Lembar Observasi Aktivitas Peserta Didik

Petunjuk: lembarn ini diisi oleh guru untuk menilai sikap peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik.



No


Nama

Sikap yang diamati


Skor

1

2

3

4

1







2







3







4







5







6







7








  1. Formatif


No

Nama

Soal

Skor

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1













2













3













4













5













6













7














  1. Sumatif



No


Nama

Kriteria yang diamati


Skor

1

2

3

4

1







2







3







4







5







6







7









  1. Tindak Lanjut Hasil Penilaian

  1. Instrumen Remedial

Panduan kegiatan:

  1. Peserta didik yang telah melampaui KKM belajar membuat tanggapan dengan santun dan atau menjadi tutor sebaya dengan mengingatkan kembali materi unsur intrinsik dan struktur cerpen.

  2. Peserta didik menganalisis unsur intrinsik, dan sturktur cerpen.

  3. Peserta didik menyusun cerpen berdasarkan unsur intrinsik dan unsur pembangun.


No

Nama Peserta Didik

Kegiatan Remedial

Keterangan

1




2




3





  1. Instrumen Pengayaan

Panduan kegiatan:

  1. Peserta didik yang telah melampaui KKM menjadi tutor sebaya.

  2. Pendidik mengarahkan peserta didik untuk mempelajari materi teks tanggapan dengan cara mencoba memberi tanggapan dengan santun.

No

Nama Peserta Didik

Kegiatan Remedial

Keterangan

1




2




3




4




5








DAFTAR PUSTAKA 

Trianto, A., Harsiati, T., & Kosasih, E.. (2018). Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX edisi revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Rohimah, I., (2017).Bupena Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Penerbit Erlangga. 

Waluyo, B., (2020). Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai. 

Ekawati, D., dan Isnatun, S.M., (2017). Bahasa Indonesia 3 SMP/MTs Kelas IX. Bogor: Yudhistira. 

Artikel jurnal: 

Agustina, S., Pasaribu, M., & Saehana, S. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Sinektik Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Palu. JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online), 4(2), 42-46. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1318875, diakses pada Rabu, 21 September 2022 pukul 12.34 WIB. 

Rachmawati, D. F., Handayanto, A., & Utami, R. E. (2020). Efektivitas Media Pembelajaran Berbantu Website dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP. Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 2(3), 258-265. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2433964, diakses pada Kamis, 15 September 2022 pukul 11.21 WIB. 

Sari, M. Z., & Hermawati, E. (2020). Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Sinektik Analogi Personal Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Kuningan. Attadib: Journal of Elementary Education, 4(2), 58-68. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2140973, diakses pada Rabu, 14 September 2022 pukul 01.01 WIB. 

https://www.youtube.com/watch?v=SK8i2HEHfgc&t=231s, diakses pada Jumat, 11 November 2022. 




Comments

Popular posts from this blog

TUGAS UAS: Perangkat Ajar Bahasa Indonesia Fase C Kelas 6 Kurikulum Merdeka